Ihtikār dalam Perspektif Ekonomi Islam dan Sistem Ekonomi Indonesia Implikasi terhadap Keadilan Pasar dan Regulasi

Penulis

  • Riza Rasyid Al-Aufa Siagian Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.51590/salsabil.v2i1.66

Kata Kunci:

Ihtikār, Islamic Economics, Market Justice, Regulation, Indonesian Economy

Abstrak

Ihtikār merupakan praktik ekonomi berupa penimbunan barang dengan tujuan mengendalikan pasokan dan memanipulasi harga demi memperoleh keuntungan yang berlebihan. Praktik ini berpotensi menimbulkan distorsi pasar, kelangkaan barang, serta merugikan konsumen dan pelaku usaha kecil. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep ihtikār dalam perspektif ekonomi Islam serta menelaah implikasinya terhadap keadilan pasar dan regulasi dalam sistem ekonomi Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis normatif-konseptual, melalui kajian terhadap literatur klasik dan kontemporer ekonomi Islam serta regulasi terkait persaingan usaha dan perlindungan konsumen di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa ihtikār secara tegas dilarang dalam ekonomi Islam karena bertentangan dengan prinsip keadilan (‘adl), kemaslahatan (maṣlaḥah), dan keseimbangan pasar. Dalam konteks Indonesia, meskipun telah terdapat regulasi yang melarang praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat, praktik yang menyerupai ihtikār masih berpotensi terjadi akibat lemahnya pengawasan dan penegakan hukum. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai ekonomi Islam dengan sistem regulasi nasional menjadi penting untuk memperkuat keadilan pasar dan menjaga stabilitas ekonomi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dalam pengembangan kajian ekonomi Islam serta menjadi rujukan bagi perumusan kebijakan ekonomi yang lebih berkeadilan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Keywords: Ihtikār, Ekonomi Islam; Keadilan Pasar; Regulasi; Ekonomi Indonesia

Referensi

Abbas Mirakhor and Hossein Askari. Ethical Foundations of Islamic Economics. Singapore: John Wiley & Sons, 2017.

Abū al-Ḥasan al-Māwardī. Al-Aḥkām Al-Sulṭāniyyah. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1996.

Amartya Sen. Development as Freedom. New York: Anchor Books, 1999.

Andi Fahmi Lubis et al. Hukum Persaingan Usaha. Jakarta: KPPU Press, 2017.

Hal R. Varian. Intermediate Microeconomics: A Modern Approach, 8th Ed. New York: W.W. Norton & Company, 2010.

Hikmahanto Juwana. Penegakan Hukum Dalam Kajian Law and Development. Jakarta: Rajawali Pers, 2019.

Ibn Qudāmah. Al-Mughnī, Vol. 4. Cairo: Dār al-Ḥadīth, 2004.

Ibn Taymiyyah. Al-Ḥisbah Fī Al-Islām. Cairo: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2004.

Joseph E. Stiglitz. Economics of the Public Sector. Edisi ke-3. New York: W.W. Norton & Company, 2000.

Kahf, Monzer. “Islamic Economics and Market Behavior,” 2003, 25–28.

Karl Polanyi. The Great Transformation: The Political and Economic Origins of Our Time. Boston: Beacon Press, 2001.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). “Laporan Tahunan KPPU.” Jakarta, 2022.

M. Umer Chapra. The Moral Foundations of Islamic Economics. Leicester: The Islamic Foundation, 2002.

Milton Friedman. Capitalism and Freedom. Chicago: University of Chicago Press, 1962.

Muhammad Nejatullah Siddiqi. Muslim Economic Thinking. Leicester: The Islamic Foundation, 1981.

———. Muslim Economic Thinking. Leicester: The Islamic Foundation, 1981.

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan. Jakarta: Sekretariat Negara, 2014.

Smith, Adam. An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations. Chicago: University of Chicago Press, 1976.

Wahbah al-Zuhaylī. Al-Fiqh Al-Islāmī Wa Adillatuhu. Damascus: Dār al-Fikr, 1989.

Yusuf al-Qaradawi. Bay‘ Wa Al-Shirā’ Fī Al-Islām. Cairo: Maktabah Wahbah, 1994.

———. Bay‘ Wa Al-Shirā’ Fī Al-Islām. Cairo: Maktabah Wahbah, 1994.

Zainuddin Ali. Hukum Ekonomi Syariah. Jakarta: Sinar Grafika, 2016.

———. Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Sinar Grafika, 2016.

Diterbitkan

28-02-2026